Selasa, 03 September 2024

Minggu, 17 Mei 2020

Pengendalian Gulma dan Ganguan OPT (Organisme Penggangu Tanaman)

Pengendalian Gulma dan Ganguan OPT

 (Organisme Penggangu Tanaman)

Diulas ulang oleh : M. Nasikhun Amin, S.ST

Asisten : Gusnandar 

1.      Ambang Ekonomi

 

Pengendalian gulma dilakukan ketika gulma sudah mengganggu dan merugikan tanaman yang dibudidayakan. Akan tetapi tidak semua keberadaan gulma pada tanaman harus dikendalikan karena belum tentumerugikan. Sehingga gulma yang dikendalikan ketika sudah melewati batas ambang ekonomi.

Ambang ekonomi artinya bahwa perbandingan antara kerugian akibat gangguan gulma sama dengan biaya pembelian pestisida untuk mengendalikan gulma. Penentuan ambang ekonomi dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

Ambang Ekonomi (AE) = Biaya Pengeluaran Pembelian Pestisida/ Biaya Kerugian Akibat Ganguan Gulma 

Jika AE < 1 = Gulma tidak perlu dikendalikan.

AE = 0 = Gulma tidak perlu dikendalikan.

AE > 1 = Gulma perlu dikendalikan.

2.      Kalibarasi Peralatan

 

Teknik kalibrasi pestisida dilakukan untuk mengkalibrasi/ mengestimasi atau memperkirakan kebutuhan larutan pestisida/ ZPT dan pupuk daun yang diperlukan untuk diaplikasikan pada lahan kita. Jika kita mengetahui kebutuhan total air yang diperlukan untuk menyemprot (aplikasi) kita akan mudah menentukan konsentrasi pestisida/ ZPT atau pupuk daun yang akan kita gunakan. Hal ini sangat erat kaitanya dengan penggunaan pestisida yang ketentuan kebutuhannya menggunakan dosis bukan konsentrasi. Masih ada yang bingung ya? Biasanya dalam petunjuk penggunaan pestisida ada 2 istilah yang digunakan untuk mengetahui jumlah kebutuhan pestisida:

 

1) Dosis adalah jumlah pestisida yang diperlukan dalam satuan luas, pohon, atau batang. Contoh : penggunaan POC merek A adalah 2 Liter/ hektar.

2) Konsentrasi adalah jumlah pestisida yang diperlukan dalam satuan liter. Contoh: yang harus diaplikasikan POC merek A adalah 7 ml/ Liter air. Para petani biasanya kurang sabar untuk melakukan kalibrasi pestisida atau mungkin mereka sudah sangat hapal kebutuhan larutan pestisida yang harus diaplikasikan ketanamannya. Misalnya petani sudah tahu butuh berapa tangki 14 liter untuk mengaplikasiakan pestisida untuk mengendalikan wereng pada tanaman umur 50 hst. Kebutuhan pestisida ini akan selalu berbeda sesuai dengan kebiasaan/ cara menyemprot, jenis tanaman, umur tanaman dan hama yang akan dikendalikan. Kebutuhan larutan untuk mengendalikan hama wereng jelas lebih banyak daripada hama walang sangit. Kebutuhan larutan pestisida untuk menyemprot tanaman cabe jelas lebih banyak daripada tanaman kacang tanah. Penggunaan larutan pestisida untuk tanaman 1 minggu jelas lebih sedikit jika dibanding dengan tanaman umur 2 bulan.

 

Cara tehnik kalibrasi pestisida :

 

1) Siapkan pengukur waktu (jam atau stopwatch).

2) Siapkan tangki berisi air bersih dan pompa sampai penuh.

3) Ukur lama waktu penyemprotan yang akan kita lakukan.

4) Lakukan penyemprotan pada satuan luas terkecil lahan kita

(misalnya: 1 bedeng, 2 m persegi, 2 meter bedeng dll).

5) Catat lama waktu penyemprotan satuan luas terkecil lahan kita.

6) Lakukan lagi penyemprotan dengan jumlah waktu yang sama hanya

saja tidak pada tanaman tetapi tampung air tersebut dalam ember.

7) Ukur berapa ml larutan tersebut.

8) Untuk mengetahui jumlah total larutan semprot, kalikan air yang anda tampung tadi dengan berapa kali luas lahan sample yang kita semprot tadi dibanding dengan luas lahan kita . Kalau dirumuskan mungkin

seperti ini:

 

Vt = Vs X ( Lt : Ls)

Keterangan :

- Vt : Kebutuhan Volume total untuk menyemprot suatu lahan.

- Vs : Volume air hasil kalibrasi (yg ditampung di ember).

- Lt : Luas lahan total.

- Ls : Luas lahan sample.

 

Contoh aplikasi:

Sebuah POC harus diaplikasikan dengan dosis 2 liter/ hektar, berapa ml per tangki harus kita aplikasikan? POC tersebut akan diaplikasikan ke tanaman. Dengan contoh seperti itu kita harus mengetahui kebutuhan larutan pestisida yang kita perlukan untuk diaplikasikan pada tanaman kita.

Sebagai contoh larutan yang kita perlukan untuk menyemprot tanaman dalam setiap hektar adalah 10 tangki 14 liter. Berarti kita memerlukan larutan semprot 140 liter untuk per hektarnya.

1)      Konsentrasi yang diperlukan adalah 2000 ml POC : 140 = 14, 28 ml POC/ liter air. Sehingga tiap tangki kita perlu memberi konsentrasi 14,28 X 14 = 200 ml POC tersebut. Atau lebih ringkasnya juga bias dihitung dengan cara : 2000 ml POC : 10 Tangki semprot = 200 ml POC / tangki semprot.

 

3.      Kalibrasi knapsack sprayer :

 

Knapsack (tipe gendong) dapat lebih akurat digunakan apabila dikalibrasi secara benar. Kita akan mempergunakan plot kecil untuk mengkalibrasi knapsack dan kemudian bekerja untuk mengetahui berapa banyak air yang digunakan per 1.000 meter persegi (m2) dan per hektare (10.000 m2). Kalibrasi knapsack sprayer atau spayer bertekanan merupakan pekerjaan sederhana yang membutuhkan sedikit waktu saja.Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan kalibrasi:

a) Knapsack harus dalam kondisi bersih dan terpelihara dengan baik

b) Gunakan air biasa untuk mengkalibrasi sprayer,

c) Ketepatan kalibrasi tergantung pada apakah anda dapat menggunakan pompa untuk menghasilkan tekanan yang konstan secara terus-menerus, dan berjalan dengan kecepatan yang tetap secara terus menerus. Anda harus menjalankan pompa dengan kecepatan konstan (tepat) sehingga anda dapat menemukan kecepatan menyemprot yang paling nyaman bagi anda.

 

4.      Metode kalibrasi

 

a) Periksa apakah semprotan anda bekerja dengan baik.

b) Tandai area yang akan digunakan untuk kalibrasi (seluas 25 m2)dengan menggunakan turus disetiap pojokan lahan. Akan lebih baik kalau area untuk mengkalibrasi merupakan area yang sama (bagian dari )yang akan disemprot (diaplikasi pestisida) sehingga kalibrasi laju aplikasi sama dengan saat aplikasi.

c) Isi knapsack sampai penuh.

d) Semprot plot kalibrasi dengan tekanan dan kecepatan penyemprotan yang sama dengan tekanan dan kecepatan yang akan anda gunakan pada saat menyemprot lahan anda.

e) Setelah selesai menyemprot pada lahan untuk kalibrasi, bawa knapsack sprayer ke tempat pengisian air, dan ukur berapa air yang diperlukan untuk mengisi penuh knapsack sprayer. Jumlah air yang digunakan untuk mengisi penuh knapsack sprayer harus diukur dalam satuan liter.

f) Banyaknya air yang diperlukan untuk 1.000 meter persegi, atau per hektare dapat ditunjukkan dalam table atau menggunakan rumus sebagai berikut. Laju air/1,000 meter persegi = jumlah air (liter) yang digunakan dalam plot kalibrasi 40.Laju air/hektare = jumlah air (liter) yang digunakan dalam plot kalibrasi x 400.

 

2) Kalibrasi Alat  Semprot

Tindakan pengendalian OPT (Organisme Penganggu Tanaman) di lapangan harus dilaksanakan dengan perlakuan yang tepat yaitu :

a) Tepat sasaran,

b) Tepat jenis pestisida,

c) Tepat dosis dan konsentrasi ,

d) Tepat cara dan

e) Tepat waktu.

 

Untuk memenuhi ketepatan pengendalian tersebut khususnya tepat dosis/konsentrasi dan tepat cara aplikasi dibutuhkan suatu perlakuan terhadap alat yang dipergunakan berupa pengukuran alat semprot yang disebut kalibrasi.

Kalibrasi adalah perlakuan terhadap suatu alat untuk mengetahui kapasitas dan kemampuan kerjanya sehingga alat tersebut dapat dipergunakan secara tepat guna dan hasil guna.

 

5.      Yang perlu diketahui adalah :

 

a) Dosis dan konsentrasi cairan semprot.

b) Volume alat yang akan digunakan.

c) Kapasitas nozel dalam ukuran liter/menit.

d) Lamanya waktu penyemprotan.

e) Jangkauan semprot atau rentang lebar semprot kiri dan kanan.

f) Jarak tempuh penyemprotan.

 

Yang dicari adalah berapa kecepatan jalan operator supaya volume cairan sempot dapat habis tepat ketika sampai pada batas akhir lahan yang disemprot.

 

Perhitungan :

 

Dosis yang dipergunakan 1 liter /ha dan kosentrasi 2 cc/ liter air jadi volume semprot yaitu ( 1000 cc/ 2) x 1 liter = 500 liter/ ha. Volume alat yang dipergunakan 14 liter. jumlah tangki = 500 per 14 = 35,7 Tangki/ ha. Kapasitas nozel adalah kemampuan nozel mengeluarkan cairan semprot pada waktu 1 menit missal 2 liter/ menit artinya lama waktu

penyemprotan adalah 500 per 2 = 250 menit per ha = 250 per 60 = 4,1 jam/ ha. Jangkauan semprot adalah lebar semprot kiri dan kakan seandainya jangkauan kiri 1 m dan kanan 1 meter artinya lebar semprot = 2 meter.

Jarak tempuh per ha ditentukan oleh lebar semprot 1 ha adalah lebar 100 m x panjang 100 m, = lebar lahan per2 kali panjang lahan =50 x 100 = 5000 meter. Kecepatan adalah jarak per waktu = 5000m per 250 menit = 20 meter/ menit.

Berapa langkah operator harus berjalan dalam waktu 1 menit? Hal ini tergantung panjang langkah operator itu sendiri. Artinya setiap operator harus mengukur panjang langkah masing masing. Seandainya panjang langkah adalah 0,5 meter artinya 20 meter per 0,5 = 40 langkah per menit . maka operator harus berlatih agar bisa sesuai . Untuk ancer ancer maka perlu dihitung berapa detik per langkah dengan cara membagi detik per langkah = 60 per 40 yaitu 1,5 detik per langkah. Kesimpulan dari kasus tersebut diatas adalah :

a) Lamanya penyempratan untuk aplikasi selaus 1 ha = 4,1 jam/ orang.

b) Kecepatan jalan operator pada saat aplikasi adalah 1,5 detik /langkah.

 

Sumber : Halaman 70 s/d 100


 

 


Sabtu, 09 Mei 2020

PEMBIBITAN TANAMAN PERKEBUNAN DAN INDUSTRI DENGAN BAGIAN GENERATIF DAN VEGETATIF


PEMBIBITAN TANAMAN PERKEBUNAN DAN INDUSTRI DENGAN BAGIAN GENERATIF

A.    Tujuan:

-          Mengamati, mempelajari dan melakukan pembuatan bibit tanaman perkebunan dan industri asal bagian / organ generatif.

-          Mengamati, mempelajari dan melakukan tindakan pokok pembuatan bibit tanaman perkebunan dan industri termasuk upaya modifikasi media tanam dan mikro klimat yang mendukung keberhasilan.

 

B.     Dasar Teori

Hasil berkualitas tinggi yang diperoleh dari suatu tanaman perkebunan dan industri sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: iklim, kesuburan tanah, bahan tanaman, tindakan teknik budidaya, dsb. Bahan tanaman dapat berupa bagian generatif ataupun vegetatif. Tanaman perkebunan dan industri yang perkembangbiakannya menggunakan bagian generatif sangant mungkin mengalami perkembangan dan peningkatan sifat resesif yang kurang menguntungkan oleh sebab penyimpangan sifat dari kedua induknya akibat terjadinya penyerbukan silang dari kedua induknya.

Pengembangbiakan menggunakan bagian/organ diperlukan pemilihan tanaman induk yang sudah memiliki kontinyuitas hasil yang tinggi selama beberapa waktu. Syarat benih yang diperoleh dari buah yang masak fisiologis, ukuran benih tertentu serta memenuhi kriteria kecepatan dan daya tumbuh yang baik.

Pengembangbiakan suatu tanaman perkebunan dan industri menggunakan organ generatif dapat dilakukan langsung menyebar/menanam benih di lahan (Seedling) ataupun dengan melalui menyemaikan benih di pembibitan baru kemudian dilakukan pemindahan bibit setelah umur tertentu (transplanting).

Keunggulan cara transplanting suatu tanaman perkebunan dan industri diantaranya yaitu penyemaian dapat dilakukan dengan ruang yang relatif terbatas serta dapat dikelola dengan labih baik karena dapat memodifikasi mikro klimat (temperatur, kelembaban relatif udara dan intensitas sinar matahari) serta membuat media tanam yang memberi secara optimal kebutuhan hidup (hara maupun lengas tanah) selama waktu awal pertumbuhan (fase pertumbuhan kritis) yang sangat menentukan terhadap pertumbuhan dan hasil atau bahkan dapat diperoleh jumlah bibit yang relatif banyak berkualitas dan siap pindah ke lapangan dengan waktu relatif terukur.

Benih untuk setiap tanaman perkebunan dan industri (benih kelapa, kelapa sawit, karet, cengkeh, kopi, kapuk randu, kapas, dsb) tidak sama dalam sifat morfologi dan anatominya, sehingga untuk mendapatkan efisiensi waktu dan efektivitas kesesuaian musim tanam di lapangan, dalam perkecambahan memerlukan tindakan pendahuluan yang tertentu pula.

 

C.    Bahan dan Alat

Bahan       : benih kakao yang berasal dari tanaman induk, tanah regosol.

Alat          : polibag, pisau, kertas label, alat tulis.

 

D.    Cara Kerja

1.      Membuat dan menyiapkan media tanam berupa campuran tanah regosol, pasir, pupuk kandang sapi dengan perbandingan 1:2:1 ke dalam 10 polybag ukuran 30 x 30 cm, masing-masing per polynag diisi media tanam hingga setinggi 5 cm dari tepi atas polybag. Timbang masing-masing polybag dengan isinya.

Untuk mempersiapkan bibit tanaman siap/dapat dipindah di lahan labih kurang umur 6 bulan, tambahkan pupuk tunggal pupuk urea (46% N), TSP (56% P205), dan KCL (52%) masing-masing dengan dosis per hektar 150, 50 dan 50 kg. Caranya dengan mencampur setengah dosis pupuk dengan tanah sebelum benih ditanam. Dan setengah berikutnya diberikan ke dalam tanah dengan bantuan tugal 3 bulan kemudian.

2.      Benih kakao asal buah dengan tingkat kemasakan fisiologis

Sejumlah masing-masing 2 per polybag dibersihkan dari daging buahnya dengan mencampur abu dan di kering anginkan.

3.      Meletakkan benih dalam lubang tanam di tengah polybag denagn tugal sedalam 3-4 cm, selanjutnya ditutup dengan media tanam.

4.      Pemeliharaan dilakukan dengan menyiram air sumur sampai kondisi kapasitas lapang setiap 2 hari sekali.

5.      Catat, amati, dan bahas dalam laporan setiap tahap perkembangan bibit sejak berkecambah hingga umur 3 bulan. Buat grafik hubungan waktu dengan pertambahan tinggi, jumlah daun, diameter batang dan berat kering 3 sampel pada akhir pengamatan (3 bulan).

 

E.     Hasil

Pertumbuhan Benih Kakao (bagian tengah buah)

 

Pengamatan ke-

 

Ulangan

1

2

3

Tinggi

Jml daun

Tinggi

Jml daun

Tinggi

jml daun

1

7

0

12

4

19

4

2

8

0

16

4

19

4

3

6

0

13

4

17

4

4

10

0

17

4

19

4

5

6

0

14

4

19

4

6

2

0

7

4

18

5

7

4

0

4

4

13

5

8

7

0

11

4

17

4

9

6

0

10

4

18

4

10

0

0

1

4

10

4

11

2

0

5

4

17

4

12

11

0

16

4

18

4

Rata2

5,75

0

10,5

4

17

4,17

 

 

F.     Pembahasan

Perkembangbiakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan tanaman  yang berasal dari biji. Setelah terjadinya penyerbukan, inti generatif serbuk sari akan membelah menjadi dua sel sperma (gamet jantan). Satu sperma membuahi sel telur untuk membentuk zigot. Sperma yang lain menyatu dengan kedua inti sel yang terdapat di tengah kantung embrio untuk membentuk endosperma. Penyatuan dua sperma dengan sel-sel yang berbeda dalam kantung embrio disebut pembuahan ganda. Setelah fertilisasi ganda, bakal biji akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi buah.

Budidaya tanaman membutuhkan berbagai teknik untuk mengoptimalkan produksi.    Dari sisi tata bahasa, teknik adalah suatu keterampilan khusus yang dibutuhkan agar dapat melakukan suatu kegiatan praktek yang produktif (Oxford, 2003);   pembenihan adalah rangkaian proses budidaya tanaman untuk menghasilkan benih;  sedangkan tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan.  Oleh karena itu,  teknik perbenihan tanaman adalah suatu keterampilan khusus yang harus dikuasai seseorang agar dapat memproduksi benih tanaman, baik benih vegetatif (bibit) maupun benih generatif sehingga tanaman berproduksi secara optimal.

Biji yang memenuhi kriteria tertentu  dapat dijadikan benih.  Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media semai yang mengandung  air akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit.  Pertumbuhan bibit sangat tergantung pada cadangan makanan di dalam benih (endosperm).  Cadangan makanan dalam benih adalah karbohidrat, lemak dan protein.   Benih yang ditumbuhkan pada media semai akan melakukan proses perkecam-bahan (germination).  Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan bibit.  Benih yang sedang berkecambah sangat  peka terhadap penyakit tanaman dan gangguan fisik sehingga selama proses ini sangat memerlukan  perlindungan (proteksi).  Perlindungan kecambah atau bibit muda sebaiknya dilakukan dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau paranet.

Dari tabel diatas dabat kita lihat perbedaan data bahwa tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang tanaman kakao berbeda. Tinggi batang pada bagian tengah buah kakao yang digunakan pertumbuhannya lebih baik dibandingkan dengan bagian tepi buah kakao yang digunakan untuk benih. Hal ini terjadi karena pada biji yang terletak pada bagian tepi buah kecil-kecil memiliki cadangan makanan (endosperm) yang sedikit dibandingkan dengan bagian tengah buah yang bijinya hampir seragam.

Selain itu perkecambahan benih kakao pada persemaian dipengaruhi oleh faktor viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pada percobaan yang dilakukan oleh peneliti ternyata lingkungannya kurang begitu sesuai sehingga benih yang tumbuh sangat sedikit terutama pada penyiramannya.

 

G.    Kesimpulan

Budidaya tanaman membutuhkan berbagai teknik untuk mengoptimalkan produksi.    Dari sisi tata bahasa, teknik adalah suatu keterampilan khusus yang dibutuhkan agar dapat melakukan suatu kegiatan praktek yang produktif (Oxford, 2003);   pembenihan adalah rangkaian proses budidaya tanaman untuk menghasilkan benih;  sedangkan tanaman adalah tumbuhan yang dibudidayakan.  Oleh karena itu,  teknik perbenihan tanaman adalah suatu keterampilan khusus yang harus dikuasai seseorang agar dapat memproduksi benih tanaman, baik benih vegetatif (bibit) maupun benih generatif sehingga tanaman berproduksi secara optimal.

Biji yang memenuhi kriteria tertentu  dapat dijadikan benih.  Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media semai yang mengandung  air akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit.  Pertumbuhan bibit sangat tergantung pada cadangan makanan di dalam benih (endosperm).  Cadangan makanan dalam benih adalah karbohidrat, lemak dan protein.   Benih yang ditumbuhkan pada media semai akan melakukan proses perkecam-bahan (germination).  Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan bibit.  Benih yang sedang berkecambah sangat  peka terhadap penyakit tanaman dan gangguan fisik sehingga selama proses ini sangat memerlukan  perlindungan (proteksi).  Perlindungan kecambah atau bibit muda sebaiknya dilakukan dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau paranet.


PEMBIBITAN TANAMAN PERKEBUNAN DAN INDUSTRI DENGAN BAGIAN VEGETATIF

 

A.    Tujuan

-          Mengamati, mempelajari dan melakukan pembuatan bibit tanaman perkebunan dan industri asal bagian / organ vegetatif.

-          Mengamati, mempelajari dan melakukan tindakan pokok pembuatan bibit tanaman perkebunan dan industri termasuk upaya modifikasi media tanam dan mikro klimat yang mendukung keberhasilan.

 

B.     Dasar Teori

Hasil berkualitas tinggi yang diperoleh dari suatu tanaman perkebunan dan industri sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: iklim, kesuburan tanah, bahan tanaman, tindakan teknik budidaya, dsb. Bahan tanaman dapat berupa bagian generatif ataupun vegetatif. Tanaman perkebunan dan industri yang perkembangbiakannya menggunakan bagian generatif sangat mungkin mengalami perkembangan dan peningkatan sifat resesif yang kurang menguntungkan oleh sebab penyimpangan sifat dari kedua induknya akibat terjadinya penyerbukan silang dari kedua induknya.

Pengembangbiakan menggunakan bagian/organ diperlukan pemilihan tanaman induk yang sudah memiliki kontinyuitas hasil yang tinggi selama beberapa waktu. Syarat benih yang diperoleh dari buah yang masak fisiologis, ukuran benih tertentu serta memenuhi kriteria kecepatan dan daya tumbuh yang baik.

Pengembangbiakan suatu tanaman perkebunan dan industri menggunakan organ generatif dapat dilakukan langsung menyebar/menanam benih di lahan (Seedling) ataupun dengan melalui menyemaikan benih di pembibitan baru kemudian dilakukan pemindahan bibit setelah umur tertentu (transplanting).

Keunggulan cara transplanting suatu tanaman perkebunan dan industri diantaranya yaitu penyemaian dapat dilakukan dengan ruang yang relatif terbatas serta dapat dikelola dengan labih baik karena dapat memodifikasi mikro klimat (temperatur, kelembaban relatif udara dan intensitas sinar matahari) serta membuat media tanam yang memberi secara optimal kebutuhan hidup (hara maupun lengas tanah) selama waktu awal pertumbuhan (fase pertumbuhan kritis) yang sangat menentukan terhadap pertumbuhan dan hasil atau bahkan dapat diperoleh jumlah bibit yang relatif banyak berkualitas dan siap pindah ke lapangan dengan waktu terukur.

Bibit untuk setiap tanaman perkebunan dan industri misal tebu, dan nilam tidak sama dalam sifat morfologi dan anatominya, sehingga untuk mendapatkan efisiensi waktu dan efektivitas kesesuaian musim tanam di lapangan, dalam perkecambahan memerlukan tindakan pendahuluan yang tertentu pula.

 

C.    Bahan dan Alat

Bahan       : stek nilam yang berasal dari tanaman induk, tanah regosol.

Alat          : polibag, pisau, kertas label, alat tulis, tugal dan kored.

 

D.    Cara Kerja

1.      Membuat dan menyiapkan media tanam untuk persemaian stek nilam berupa campuran tanah regosol, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2:1 dalam 10 polibag ukuran 30x30 cm, masing-masing per poybag diisi media tanam hingga setinggi 5 cm dari tepi atas polibag.

2.      Bahan tanam nilam berupa stek batang nilam dengan 3-4 mata tunas (panjang 20-30 cm) asal tanaman induk yang sehat dan kandungan minyak tinggi (2-3%) sejumlah masing-masing 10 dibersihkan dari cabang dan daun.

3.      Penanaman stek nilam ke media tanam dalam polybag dilakukan dengan memasukkan stek ke tengah media tanam dalam polybag sedalam 5 cm.

4.      Pemeliharaan dilakukan dengan menyiram air sumur sampai kondisi kapasitas lapang sejak teletah stek ditanam hingga umur 2 bulan (siap tanam di lapangan) setiap 2 hari sekali.

5.      Catat, amati dan bahas dalam laporan setiap tahap perkembangan bibit sejak berkecambah hingga umur 3 bulan. Buat grafik hubungan waktu dengan pertambahan tinggi, jumlah daun, diameter batang dan berat kering 3 sampel bibit pada akhir pengamatan (2 bulan).

 

E.     Hasil

NO

Tinggi

Jumlah daun

1

18

7

2

16,5

4

3

15

4

4

15

10

5

12

-

6

20

-

7

12,5

16

8

11

-

9

12

8

10

11

o

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rata-rata dari  tinggi 14,3 dan jumlah daun 4,9

 

F.     Pembahasan

Hasil berkualitas tinggi yang diperoleh dari suatu tanaman perkebunan dan industri sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: iklim, kesuburan tanah, bahan tanaman, tindakan teknik budidaya, dsb.

Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa pembibitan tanaman nilam kebanyakan mati. Hal itu terjadi karena Tanaman nilam sangat responsif terhadap pemupukan. Pupuk yang diperlukan selain untuk meningkatkan produksi terna (produk daun) dan mutu minyak nilam, juga untuk mempertahankan atau mengembalikan kesuburan tanah akibat besarnya unsur hara yang terangkut saat panen.

Selain itu, Untuk mempertahankan kelembaban agar stek tidak layu setelah ditanam perlu diberi sungkup dari plastik. Akan tetapi peneliti tidak menggunakan sungkup plastik melainkan peneduh dibawah pohon pisang. Stek tanaman nilam sebaiknya disemaikan terlebih dahulu karena apabila langsung ditanam di lapangan, banyak yang mati.

Pada prinsipnya keberhasilan stek tanaman khususnya nilam adalah perawatan pada persemaiannya, baik itu dari segi penyiraman, penyiangan, pemupukan, pembuatan naungan, sampai pada pengaturan jarak tanam antar polibag.

 

 

 

G.    Kesimpulan

Pada prinsipnya keberhasilan stek tanaman khususnya nilam adalah perawatan pada persemaiannya sehingga hasil berkualitas tinggi yang diperoleh dari suatu tanaman perkebunan dan industri sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: iklim, kesuburan tanah, bahan tanaman, tindakan teknik budidaya, dsb.

 

sumber  : https://www.academia.edu/39955048/PEMBIBITAN_TANAMAN_PERKEBUNAN_DAN_INDUSTRI_DENGAN_BAGIAN_GENERATIF/

 tanggal 18 Mei 2020, 10:17 AM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Kegiatan Bina Disiplin Peserta Didik SMKN1 GEDUNG AJI