Bertani asik
Selasa, 03 September 2024
Kamis, 08 Desember 2022
Minggu, 17 Mei 2020
Pengendalian Gulma dan Ganguan OPT (Organisme Penggangu Tanaman)
Pengendalian Gulma dan Ganguan OPT
(Organisme
Penggangu Tanaman)
Diulas ulang oleh : M. Nasikhun Amin, S.ST
Asisten : Gusnandar
1.
Ambang
Ekonomi
Pengendalian gulma dilakukan ketika
gulma sudah mengganggu dan merugikan
tanaman yang dibudidayakan. Akan tetapi tidak semua keberadaan gulma pada tanaman harus
dikendalikan karena belum tentumerugikan. Sehingga gulma yang dikendalikan
ketika sudah melewati batas
ambang ekonomi.
Ambang ekonomi artinya bahwa perbandingan
antara kerugian akibat gangguan
gulma sama dengan biaya pembelian pestisida untuk mengendalikan
gulma. Penentuan ambang ekonomi dapat
menggunakan rumus sebagai berikut :
Ambang Ekonomi (AE) = Biaya Pengeluaran Pembelian Pestisida/ Biaya Kerugian Akibat Ganguan Gulma
Jika AE < 1 =
Gulma tidak perlu dikendalikan.
AE = 0 = Gulma
tidak perlu dikendalikan.
AE > 1 = Gulma perlu dikendalikan.
2. Kalibarasi Peralatan
Teknik
kalibrasi pestisida dilakukan untuk mengkalibrasi/ mengestimasi atau memperkirakan kebutuhan larutan
pestisida/ ZPT dan pupuk daun yang
diperlukan untuk diaplikasikan pada lahan kita. Jika kita mengetahui kebutuhan total air yang diperlukan untuk
menyemprot (aplikasi) kita akan
mudah menentukan konsentrasi pestisida/ ZPT atau pupuk daun yang akan kita gunakan. Hal ini sangat erat
kaitanya dengan penggunaan pestisida
yang ketentuan kebutuhannya menggunakan dosis bukan konsentrasi. Masih ada yang bingung ya? Biasanya
dalam petunjuk penggunaan pestisida
ada 2 istilah yang digunakan untuk mengetahui jumlah kebutuhan pestisida:
1)
Dosis adalah jumlah pestisida yang diperlukan dalam satuan luas, pohon, atau batang. Contoh : penggunaan
POC merek A adalah 2 Liter/
hektar.
2)
Konsentrasi adalah jumlah pestisida yang diperlukan dalam satuan liter. Contoh: yang harus diaplikasikan
POC merek A adalah 7 ml/ Liter
air. Para petani biasanya kurang sabar untuk
melakukan kalibrasi pestisida atau
mungkin mereka sudah sangat hapal kebutuhan larutan pestisida yang harus diaplikasikan ketanamannya.
Misalnya petani sudah tahu butuh
berapa tangki 14 liter untuk mengaplikasiakan pestisida untuk mengendalikan wereng pada tanaman umur
50 hst. Kebutuhan pestisida ini
akan selalu berbeda sesuai dengan kebiasaan/ cara menyemprot, jenis tanaman, umur tanaman dan hama yang akan
dikendalikan. Kebutuhan larutan
untuk mengendalikan hama wereng jelas lebih banyak daripada hama walang sangit. Kebutuhan larutan
pestisida untuk menyemprot tanaman
cabe jelas lebih banyak daripada tanaman kacang tanah. Penggunaan larutan pestisida untuk
tanaman 1 minggu jelas lebih sedikit jika
dibanding dengan tanaman umur 2 bulan.
Cara
tehnik kalibrasi pestisida :
1)
Siapkan pengukur waktu (jam atau stopwatch).
2)
Siapkan tangki berisi air bersih dan pompa sampai penuh.
3)
Ukur lama waktu penyemprotan yang akan kita lakukan.
4)
Lakukan penyemprotan pada satuan luas terkecil lahan kita
(misalnya:
1 bedeng, 2 m persegi, 2 meter bedeng dll).
5)
Catat lama waktu penyemprotan satuan luas terkecil lahan kita.
6)
Lakukan lagi penyemprotan dengan jumlah waktu yang sama hanya
saja
tidak pada tanaman tetapi tampung air tersebut dalam ember.
7)
Ukur berapa ml larutan tersebut.
8)
Untuk mengetahui jumlah total larutan semprot, kalikan air yang anda tampung tadi dengan berapa kali luas
lahan sample yang kita semprot tadi
dibanding dengan luas lahan kita . Kalau dirumuskan mungkin
seperti
ini:
Vt
= Vs X ( Lt : Ls)
Keterangan
:
-
Vt : Kebutuhan Volume total untuk menyemprot suatu lahan.
-
Vs : Volume air hasil kalibrasi (yg ditampung di ember).
-
Lt : Luas lahan total.
-
Ls : Luas lahan sample.
Contoh
aplikasi:
Sebuah
POC harus diaplikasikan dengan dosis 2 liter/ hektar, berapa ml per tangki harus kita aplikasikan? POC
tersebut akan diaplikasikan ke tanaman.
Dengan contoh seperti itu kita harus mengetahui kebutuhan larutan pestisida yang kita perlukan untuk
diaplikasikan pada tanaman kita.
Sebagai
contoh larutan yang kita perlukan untuk menyemprot tanaman dalam setiap hektar adalah 10 tangki 14
liter. Berarti kita memerlukan larutan
semprot 140 liter untuk per hektarnya.
1) Konsentrasi
yang diperlukan adalah 2000 ml POC : 140 = 14, 28 ml POC/ liter air. Sehingga tiap tangki
kita perlu memberi konsentrasi 14,28
X 14 = 200 ml POC tersebut. Atau lebih ringkasnya juga bias dihitung dengan cara : 2000 ml POC : 10
Tangki semprot = 200 ml POC /
tangki semprot.
3.
Kalibrasi knapsack sprayer :
Knapsack
(tipe gendong) dapat lebih akurat digunakan apabila dikalibrasi secara benar. Kita akan mempergunakan
plot kecil untuk mengkalibrasi
knapsack dan kemudian bekerja untuk mengetahui berapa
banyak air yang digunakan per 1.000 meter persegi (m2) dan per hektare (10.000 m2). Kalibrasi knapsack sprayer atau spayer
bertekanan merupakan pekerjaan
sederhana yang membutuhkan sedikit waktu saja.Ada beberapa
hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan kalibrasi:
a)
Knapsack harus dalam kondisi bersih dan terpelihara dengan baik
b)
Gunakan air biasa untuk mengkalibrasi sprayer,
c)
Ketepatan kalibrasi tergantung pada apakah anda dapat menggunakan pompa untuk menghasilkan
tekanan yang konstan secara
terus-menerus, dan berjalan dengan kecepatan yang tetap secara terus menerus. Anda harus
menjalankan pompa dengan kecepatan
konstan (tepat) sehingga anda dapat menemukan kecepatan
menyemprot yang paling nyaman bagi anda.
4.
Metode
kalibrasi
a)
Periksa apakah semprotan anda bekerja dengan baik.
b)
Tandai area yang akan digunakan untuk kalibrasi (seluas 25 m2)dengan menggunakan turus disetiap
pojokan lahan. Akan lebih baik
kalau area untuk mengkalibrasi merupakan area yang sama (bagian dari )yang akan disemprot
(diaplikasi pestisida) sehingga kalibrasi
laju aplikasi sama dengan saat aplikasi.
c)
Isi knapsack sampai penuh.
d)
Semprot plot kalibrasi dengan tekanan dan kecepatan penyemprotan yang sama dengan tekanan
dan kecepatan yang akan
anda gunakan pada saat menyemprot lahan anda.
e)
Setelah selesai menyemprot pada lahan untuk kalibrasi, bawa knapsack sprayer ke tempat pengisian
air, dan ukur berapa air yang
diperlukan untuk mengisi penuh knapsack sprayer. Jumlah air yang digunakan untuk mengisi penuh
knapsack sprayer harus diukur
dalam satuan liter.
f)
Banyaknya air yang diperlukan untuk 1.000 meter persegi, atau per hektare dapat ditunjukkan dalam
table atau menggunakan rumus
sebagai berikut. Laju air/1,000 meter persegi = jumlah air (liter) yang digunakan dalam plot
kalibrasi 40.Laju air/hektare = jumlah
air (liter) yang digunakan dalam plot kalibrasi x 400.
2) Kalibrasi
Alat Semprot
Tindakan
pengendalian OPT (Organisme Penganggu Tanaman) di lapangan
harus dilaksanakan dengan perlakuan yang tepat yaitu :
a)
Tepat sasaran,
b)
Tepat jenis pestisida,
c)
Tepat dosis dan konsentrasi ,
d)
Tepat cara dan
e)
Tepat waktu.
Untuk
memenuhi ketepatan pengendalian tersebut khususnya tepat dosis/konsentrasi dan tepat cara aplikasi
dibutuhkan suatu perlakuan terhadap
alat yang dipergunakan berupa pengukuran alat semprot yang disebut kalibrasi.
Kalibrasi
adalah perlakuan terhadap suatu alat untuk mengetahui kapasitas dan kemampuan kerjanya
sehingga alat tersebut dapat dipergunakan
secara tepat guna dan hasil guna.
5.
Yang perlu diketahui adalah :
a) Dosis dan
konsentrasi cairan semprot.
b) Volume alat
yang akan digunakan.
c) Kapasitas
nozel dalam ukuran liter/menit.
d) Lamanya waktu
penyemprotan.
e) Jangkauan
semprot atau rentang lebar semprot kiri dan kanan.
f) Jarak tempuh
penyemprotan.
Yang
dicari adalah berapa kecepatan jalan operator supaya volume cairan sempot dapat habis tepat ketika
sampai pada batas akhir lahan
yang disemprot.
Perhitungan :
Dosis
yang dipergunakan 1 liter /ha dan kosentrasi 2 cc/ liter air jadi volume semprot yaitu ( 1000 cc/ 2) x 1
liter = 500 liter/ ha. Volume
alat yang dipergunakan 14 liter. jumlah tangki = 500 per 14 = 35,7 Tangki/ ha. Kapasitas nozel adalah kemampuan nozel
mengeluarkan cairan semprot pada
waktu 1 menit missal 2 liter/ menit artinya lama waktu
penyemprotan
adalah 500 per 2 = 250 menit per ha = 250 per 60 =
4,1 jam/ ha. Jangkauan
semprot adalah lebar semprot kiri dan kakan seandainya jangkauan kiri 1 m dan kanan 1 meter
artinya lebar semprot = 2 meter.
Jarak
tempuh per ha ditentukan oleh lebar semprot 1 ha adalah lebar 100 m x panjang 100 m, = lebar lahan
per2 kali panjang lahan =50 x 100
= 5000 meter. Kecepatan adalah
jarak per waktu = 5000m per 250 menit = 20 meter/ menit.
Berapa
langkah operator harus berjalan dalam waktu 1 menit? Hal ini tergantung panjang langkah operator itu
sendiri. Artinya setiap operator
harus mengukur panjang langkah masing masing. Seandainya panjang langkah adalah 0,5 meter artinya
20 meter per 0,5 = 40 langkah per
menit . maka operator harus berlatih agar bisa sesuai . Untuk ancer ancer maka perlu dihitung berapa detik
per langkah dengan cara membagi
detik per langkah = 60 per 40 yaitu 1,5 detik per langkah. Kesimpulan dari kasus tersebut diatas
adalah :
a)
Lamanya penyempratan untuk aplikasi selaus 1 ha = 4,1 jam/ orang.
b)
Kecepatan jalan operator pada saat aplikasi adalah 1,5 detik /langkah.
Sumber : Halaman 70 s/d 100
Sabtu, 09 Mei 2020
PEMBIBITAN TANAMAN PERKEBUNAN DAN INDUSTRI DENGAN BAGIAN GENERATIF DAN VEGETATIF
PEMBIBITAN TANAMAN PERKEBUNAN DAN INDUSTRI DENGAN
BAGIAN GENERATIF
A.
Tujuan:
-
Mengamati, mempelajari
dan melakukan pembuatan bibit tanaman perkebunan dan industri asal bagian /
organ generatif.
-
Mengamati, mempelajari
dan melakukan tindakan pokok pembuatan bibit tanaman perkebunan dan industri
termasuk upaya modifikasi media tanam dan mikro klimat yang mendukung
keberhasilan.
B.
Dasar
Teori
Hasil
berkualitas tinggi yang diperoleh dari suatu tanaman perkebunan dan industri
sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: iklim, kesuburan tanah,
bahan tanaman, tindakan teknik budidaya, dsb. Bahan tanaman dapat berupa bagian
generatif ataupun vegetatif. Tanaman perkebunan dan industri yang
perkembangbiakannya menggunakan bagian generatif sangant mungkin mengalami
perkembangan dan peningkatan sifat resesif yang kurang menguntungkan oleh sebab
penyimpangan sifat dari kedua induknya akibat terjadinya penyerbukan silang
dari kedua induknya.
Pengembangbiakan
menggunakan bagian/organ diperlukan pemilihan tanaman induk yang sudah memiliki
kontinyuitas hasil yang tinggi selama beberapa waktu. Syarat benih yang
diperoleh dari buah yang masak fisiologis, ukuran benih tertentu serta memenuhi
kriteria kecepatan dan daya tumbuh yang baik.
Pengembangbiakan
suatu tanaman perkebunan dan industri menggunakan organ generatif dapat
dilakukan langsung menyebar/menanam benih di lahan (Seedling) ataupun dengan melalui menyemaikan benih di pembibitan
baru kemudian dilakukan pemindahan bibit setelah umur tertentu (transplanting).
Keunggulan
cara transplanting suatu tanaman
perkebunan dan industri diantaranya yaitu penyemaian dapat dilakukan dengan
ruang yang relatif terbatas serta dapat dikelola dengan labih baik karena dapat
memodifikasi mikro klimat (temperatur, kelembaban relatif udara dan intensitas
sinar matahari) serta membuat media tanam yang memberi secara optimal kebutuhan
hidup (hara maupun lengas tanah) selama waktu awal pertumbuhan (fase
pertumbuhan kritis) yang sangat menentukan terhadap pertumbuhan dan hasil atau bahkan
dapat diperoleh jumlah bibit yang relatif banyak berkualitas dan siap pindah ke
lapangan dengan waktu relatif terukur.
Benih
untuk setiap tanaman perkebunan dan industri (benih kelapa, kelapa sawit,
karet, cengkeh, kopi, kapuk randu, kapas, dsb) tidak sama dalam sifat morfologi
dan anatominya, sehingga untuk mendapatkan efisiensi waktu dan efektivitas
kesesuaian musim tanam di lapangan, dalam perkecambahan memerlukan tindakan
pendahuluan yang tertentu pula.
C.
Bahan
dan Alat
Bahan : benih kakao yang berasal dari tanaman
induk, tanah regosol.
Alat : polibag, pisau, kertas label, alat
tulis.
D.
Cara
Kerja
1. Membuat
dan menyiapkan media tanam berupa campuran tanah regosol, pasir, pupuk kandang
sapi dengan perbandingan 1:2:1 ke dalam 10 polybag ukuran 30 x 30 cm,
masing-masing per polynag diisi media tanam hingga setinggi 5 cm dari tepi atas
polybag. Timbang masing-masing polybag dengan isinya.
Untuk mempersiapkan
bibit tanaman siap/dapat dipindah di lahan labih kurang umur 6 bulan, tambahkan
pupuk tunggal pupuk urea (46% N), TSP (56% P205), dan KCL
(52%) masing-masing dengan dosis per hektar 150, 50 dan 50 kg. Caranya dengan
mencampur setengah dosis pupuk dengan tanah sebelum benih ditanam. Dan setengah
berikutnya diberikan ke dalam tanah dengan bantuan tugal 3 bulan kemudian.
2. Benih
kakao asal buah dengan tingkat kemasakan fisiologis
Sejumlah masing-masing
2 per polybag dibersihkan dari daging buahnya dengan mencampur abu dan di
kering anginkan.
3. Meletakkan
benih dalam lubang tanam di tengah polybag denagn tugal sedalam 3-4 cm,
selanjutnya ditutup dengan media tanam.
4. Pemeliharaan
dilakukan dengan menyiram air sumur sampai kondisi kapasitas lapang setiap 2
hari sekali.
5. Catat,
amati, dan bahas dalam laporan setiap tahap perkembangan bibit sejak
berkecambah hingga umur 3 bulan. Buat grafik hubungan waktu dengan pertambahan
tinggi, jumlah daun, diameter batang dan berat kering 3 sampel pada akhir
pengamatan (3 bulan).
E.
Hasil
Pertumbuhan Benih Kakao
(bagian tengah buah)
|
|
Pengamatan ke- |
|
||||
|
Ulangan |
1 |
2 |
3 |
|||
|
Tinggi |
Jml daun |
Tinggi |
Jml daun |
Tinggi |
jml daun |
|
|
1 |
7 |
0 |
12 |
4 |
19 |
4 |
|
2 |
8 |
0 |
16 |
4 |
19 |
4 |
|
3 |
6 |
0 |
13 |
4 |
17 |
4 |
|
4 |
10 |
0 |
17 |
4 |
19 |
4 |
|
5 |
6 |
0 |
14 |
4 |
19 |
4 |
|
6 |
2 |
0 |
7 |
4 |
18 |
5 |
|
7 |
4 |
0 |
4 |
4 |
13 |
5 |
|
8 |
7 |
0 |
11 |
4 |
17 |
4 |
|
9 |
6 |
0 |
10 |
4 |
18 |
4 |
|
10 |
0 |
0 |
1 |
4 |
10 |
4 |
|
11 |
2 |
0 |
5 |
4 |
17 |
4 |
|
12 |
11 |
0 |
16 |
4 |
18 |
4 |
|
Rata2 |
5,75 |
0 |
10,5 |
4 |
17 |
4,17 |
F.
Pembahasan
Perkembangbiakan
tanaman secara generatif merupakan perbanyakan tanaman yang berasal dari
biji. Setelah terjadinya penyerbukan, inti generatif serbuk sari akan membelah
menjadi dua sel sperma (gamet jantan). Satu sperma membuahi sel telur untuk membentuk
zigot. Sperma yang lain menyatu dengan kedua inti sel yang terdapat di tengah
kantung embrio untuk membentuk endosperma. Penyatuan dua sperma dengan sel-sel
yang berbeda dalam kantung embrio disebut pembuahan ganda. Setelah fertilisasi
ganda, bakal biji akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang
menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi buah.
Budidaya tanaman membutuhkan berbagai teknik untuk mengoptimalkan
produksi. Dari sisi tata bahasa, teknik adalah suatu
keterampilan khusus yang dibutuhkan agar dapat melakukan suatu kegiatan praktek
yang produktif (Oxford, 2003); pembenihan adalah rangkaian proses
budidaya tanaman untuk menghasilkan benih; sedangkan tanaman adalah
tumbuhan yang dibudidayakan. Oleh karena itu, teknik perbenihan
tanaman adalah suatu keterampilan khusus yang harus dikuasai seseorang agar
dapat memproduksi benih tanaman, baik benih vegetatif (bibit) maupun benih
generatif sehingga tanaman berproduksi secara optimal.
Biji yang memenuhi kriteria tertentu dapat dijadikan benih.
Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media semai yang mengandung air akan
tumbuh dan berkembang menjadi bibit. Pertumbuhan bibit sangat tergantung
pada cadangan makanan di dalam benih (endosperm). Cadangan makanan dalam
benih adalah karbohidrat, lemak dan protein. Benih yang ditumbuhkan
pada media semai akan melakukan proses perkecam-bahan (germination).
Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan lingkungan
yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan bibit. Benih yang sedang
berkecambah sangat peka terhadap penyakit tanaman dan gangguan fisik
sehingga selama proses ini sangat memerlukan perlindungan
(proteksi). Perlindungan kecambah atau bibit muda sebaiknya dilakukan
dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau paranet.
Dari
tabel diatas dabat kita lihat perbedaan data bahwa tinggi tanaman, jumlah daun
dan diameter batang tanaman kakao berbeda. Tinggi batang pada bagian tengah
buah kakao yang digunakan pertumbuhannya lebih baik dibandingkan dengan bagian
tepi buah kakao yang digunakan untuk benih. Hal ini terjadi karena pada biji
yang terletak pada bagian tepi buah kecil-kecil memiliki cadangan makanan
(endosperm) yang sedikit dibandingkan dengan bagian tengah buah yang bijinya
hampir seragam.
Selain
itu perkecambahan benih kakao pada persemaian dipengaruhi oleh faktor
viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan
perkembangannya. Pada percobaan yang dilakukan oleh peneliti ternyata
lingkungannya kurang begitu sesuai sehingga benih yang tumbuh sangat sedikit
terutama pada penyiramannya.
G.
Kesimpulan
Budidaya tanaman membutuhkan berbagai teknik untuk mengoptimalkan
produksi. Dari sisi tata bahasa, teknik adalah suatu
keterampilan khusus yang dibutuhkan agar dapat melakukan suatu kegiatan praktek
yang produktif (Oxford, 2003); pembenihan adalah rangkaian proses
budidaya tanaman untuk menghasilkan benih; sedangkan tanaman adalah
tumbuhan yang dibudidayakan. Oleh karena itu, teknik perbenihan tanaman
adalah suatu keterampilan khusus yang harus dikuasai seseorang agar dapat
memproduksi benih tanaman, baik benih vegetatif (bibit) maupun benih generatif
sehingga tanaman berproduksi secara optimal.
Biji yang memenuhi kriteria tertentu dapat dijadikan benih.
Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media semai yang mengandung air akan
tumbuh dan berkembang menjadi bibit. Pertumbuhan bibit sangat tergantung
pada cadangan makanan di dalam benih (endosperm). Cadangan makanan dalam
benih adalah karbohidrat, lemak dan protein. Benih yang ditumbuhkan
pada media semai akan melakukan proses perkecam-bahan (germination).
Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan lingkungan
yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan bibit. Benih yang sedang
berkecambah sangat peka terhadap penyakit tanaman dan gangguan fisik
sehingga selama proses ini sangat memerlukan perlindungan
(proteksi). Perlindungan kecambah atau bibit muda sebaiknya dilakukan
dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau paranet.
PEMBIBITAN
TANAMAN PERKEBUNAN DAN INDUSTRI DENGAN BAGIAN VEGETATIF
A.
Tujuan
-
Mengamati, mempelajari
dan melakukan pembuatan bibit tanaman perkebunan dan industri asal bagian /
organ vegetatif.
-
Mengamati, mempelajari
dan melakukan tindakan pokok pembuatan bibit tanaman perkebunan dan industri
termasuk upaya modifikasi media tanam dan mikro klimat yang mendukung
keberhasilan.
B.
Dasar
Teori
Hasil
berkualitas tinggi yang diperoleh dari suatu tanaman perkebunan dan industri
sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: iklim, kesuburan tanah,
bahan tanaman, tindakan teknik budidaya, dsb. Bahan tanaman dapat berupa bagian
generatif ataupun vegetatif. Tanaman perkebunan dan industri yang
perkembangbiakannya menggunakan bagian generatif sangat mungkin mengalami
perkembangan dan peningkatan sifat resesif yang kurang menguntungkan oleh sebab
penyimpangan sifat dari kedua induknya akibat terjadinya penyerbukan silang
dari kedua induknya.
Pengembangbiakan
menggunakan bagian/organ diperlukan pemilihan tanaman induk yang sudah memiliki
kontinyuitas hasil yang tinggi selama beberapa waktu. Syarat benih yang
diperoleh dari buah yang masak fisiologis, ukuran benih tertentu serta memenuhi
kriteria kecepatan dan daya tumbuh yang baik.
Pengembangbiakan
suatu tanaman perkebunan dan industri menggunakan organ generatif dapat
dilakukan langsung menyebar/menanam benih di lahan (Seedling) ataupun dengan melalui menyemaikan benih di pembibitan
baru kemudian dilakukan pemindahan bibit setelah umur tertentu (transplanting).
Keunggulan
cara transplanting suatu tanaman
perkebunan dan industri diantaranya yaitu penyemaian dapat dilakukan dengan
ruang yang relatif terbatas serta dapat dikelola dengan labih baik karena dapat
memodifikasi mikro klimat (temperatur, kelembaban relatif udara dan intensitas
sinar matahari) serta membuat media tanam yang memberi secara optimal kebutuhan
hidup (hara maupun lengas tanah) selama waktu awal pertumbuhan (fase
pertumbuhan kritis) yang sangat menentukan terhadap pertumbuhan dan hasil atau
bahkan dapat diperoleh jumlah bibit yang relatif banyak berkualitas dan siap
pindah ke lapangan dengan waktu terukur.
Bibit
untuk setiap tanaman perkebunan dan industri misal tebu, dan nilam tidak sama
dalam sifat morfologi dan anatominya, sehingga untuk mendapatkan efisiensi
waktu dan efektivitas kesesuaian musim tanam di lapangan, dalam perkecambahan
memerlukan tindakan pendahuluan yang tertentu pula.
C.
Bahan
dan Alat
Bahan : stek nilam yang berasal dari tanaman
induk, tanah regosol.
Alat : polibag, pisau, kertas label, alat
tulis, tugal dan kored.
D.
Cara
Kerja
1. Membuat
dan menyiapkan media tanam untuk persemaian stek nilam berupa campuran tanah
regosol, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2:1 dalam 10 polibag
ukuran 30x30 cm, masing-masing per poybag diisi media tanam hingga setinggi 5
cm dari tepi atas polibag.
2. Bahan
tanam nilam berupa stek batang nilam dengan 3-4 mata tunas (panjang 20-30 cm)
asal tanaman induk yang sehat dan kandungan minyak tinggi (2-3%) sejumlah
masing-masing 10 dibersihkan dari cabang dan daun.
3. Penanaman
stek nilam ke media tanam dalam polybag dilakukan dengan memasukkan stek ke
tengah media tanam dalam polybag sedalam 5 cm.
4. Pemeliharaan
dilakukan dengan menyiram air sumur sampai kondisi kapasitas lapang sejak
teletah stek ditanam hingga umur 2 bulan (siap tanam di lapangan) setiap 2 hari
sekali.
5. Catat,
amati dan bahas dalam laporan setiap tahap perkembangan bibit sejak berkecambah
hingga umur 3 bulan. Buat grafik hubungan waktu dengan pertambahan tinggi,
jumlah daun, diameter batang dan berat kering 3 sampel bibit pada akhir
pengamatan (2 bulan).
E.
Hasil
|
NO |
Tinggi |
Jumlah daun |
|
1 |
18 |
7 |
|
2 |
16,5 |
4 |
|
3 |
15 |
4 |
|
4 |
15 |
10 |
|
5 |
12 |
- |
|
6 |
20 |
- |
|
7 |
12,5 |
16 |
|
8 |
11 |
- |
|
9 |
12 |
8 |
|
10 |
11 |
o |
Rata-rata dari tinggi 14,3 dan jumlah daun 4,9
F.
Pembahasan
Hasil
berkualitas tinggi yang diperoleh dari suatu tanaman perkebunan dan industri
sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: iklim, kesuburan tanah,
bahan tanaman, tindakan teknik budidaya, dsb.
Dari
tabel diatas dapat kita lihat bahwa pembibitan tanaman nilam kebanyakan mati.
Hal itu terjadi karena Tanaman nilam sangat responsif terhadap pemupukan.
Pupuk yang diperlukan selain untuk meningkatkan produksi terna (produk daun)
dan mutu minyak nilam, juga untuk mempertahankan atau mengembalikan kesuburan
tanah akibat besarnya unsur hara yang terangkut saat panen.
Selain itu, Untuk mempertahankan kelembaban agar stek tidak layu
setelah ditanam perlu diberi sungkup dari plastik. Akan
tetapi peneliti tidak menggunakan sungkup plastik melainkan peneduh dibawah
pohon pisang. Stek tanaman nilam sebaiknya disemaikan terlebih
dahulu karena apabila langsung ditanam di lapangan, banyak yang mati.
Pada
prinsipnya keberhasilan stek tanaman khususnya nilam adalah perawatan pada
persemaiannya, baik itu dari segi penyiraman, penyiangan, pemupukan, pembuatan
naungan, sampai pada pengaturan jarak tanam antar polibag.
G. Kesimpulan
Pada
prinsipnya keberhasilan stek tanaman khususnya nilam adalah perawatan pada
persemaiannya sehingga hasil berkualitas tinggi
yang diperoleh dari suatu tanaman perkebunan dan industri sangat dipengaruhi
oleh beberapa faktor, antara lain: iklim, kesuburan tanah, bahan tanaman,
tindakan teknik budidaya, dsb.
sumber : https://www.academia.edu/39955048/PEMBIBITAN_TANAMAN_PERKEBUNAN_DAN_INDUSTRI_DENGAN_BAGIAN_GENERATIF/
tanggal 18 Mei 2020, 10:17 AM
Kegiatan Bina Disiplin Peserta Didik SMKN1 GEDUNG AJI
-
PEMBIBITAN TANAMAN PERKEBUNAN DAN INDUSTRI DENGAN BAGIAN GENERATIF A. Tujuan: - Mengamati, mempelajari dan melakukan p...





